Ini Besaran Bantuan untuk Perbaikan Rumah Terdampak Gempa Jatim
Twitter/BNPB_Indonesia
Nasional
Bencana Gempa 2021

BNPB akan mengucurkan dana hingga Rp 1 miliar untuk menangani dampak gempa yang melanda Jawa Timur akhir pekan lalu. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

WowKeren - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengucurkan dana hingga Rp 1 miliar untuk penanganan dampak gempa bumi yang melanda Jawa Timur akhir pekan kemarin. Dana tersebut akan disalurkan ke masing-masing daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur.

"Kami akan menyalurkan dana siap pakai untuk membantu dapur lapangan sebesar Rp1 miliar. Akan disalurkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui BPBD," kata Kepala BNPB Letjen Doni Monardo, dilansir dari Antara, Senin (12/4).

Selain menyiapkan bantuan dana sebesar Rp 1 miliar, BNPB juga menyiapkan sejumlah langkah untuk memperbaiki rumah warga yang mengalami kerusakan ringan hingga berat. Menurutnya, pembangunan dapat dilakukan secara swakelola dengan pendanaan yang diajukan ke BNPB.

Bantuan tersebut dapat diperoleh jika pemerintah daerah mengajukan pendanaan kepada BNPB dengan menyertakan nama serta alamat warga, termasuk Nomor Induk Kependudukan (NIK).

"Itu bisa dibangun secara swakelola. Sebelum diusulkan, pemerintah daerah harus mencantumkan daftar nama di desa atau kelurahan," jelas Doni.


Adapun jumlah bantuan untuk perbaikan rumah terdampak gempa memiliki besaran yang berbeda-beda, yang disesuaikan dengan tingkat kerusakan. "Bagi warga yang rumahnya rusak dengan kategori rusak ringan sebesar Rp 10 juta, rusak sedang sebesar Rp 25 juta dan rusak berat sebesar Rp 50 juta," beber Doni.

Untuk rumah dengan kerusakan ringan, BNPB meminta perangkat daerah setempat untuk melakukan pendataan dan melaporkannya sesuai dengan fakta. Sedangkan untuk rumah yang mengalami kerusakan berat, BNPB akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk mempercepat proses perbaikan.

"Rumah warga yang rusak ringan dan rusak sedang bisa dilakukan perbaikan dengan cara pemerintah daerah memberikan usulan kepada BNPB dengan nama dan alamat yang akurat," ujar Doni.

Lebih lanjut, Doni meminta warga untuk tetap tenang dan tidak panik di tengah situasi saat ini. Ia juga mengimbau pemerintah daerah untuk memberikan edukasi kepada warga terkait literasi kebencanaan.

"Sebagai contoh, dengan menyiapkan sejumlah kaleng, letakkan kaleng di dalam ruangan, ketika kaleng jatuh saat gempa bisa berfungsi sebagai alarm awal," pungkas Doni.

Sementara itu, gempa berkekuatan 6,1 magnitudo mengguncang Malang dan sekitarnya pada Sabtu (10/4) pukul 14.00 WIB. Berdasarkan data BNPB, gempa ini menyebabkan 642 rumah warga rusak berat, 845 rusak sedang dan 1.361 mengalami kerusakan ringan.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts