Pasca Gempa Malang, Polda Jatim Lakukan Ini Untuk Antisipasi Hoaks
Unsplash/Markus Winkler
Nasional
Bencana Gempa 2021

Bencana alam gempa bumi yang melanda Malang, Jawa Timur pada Sabtu (10/4) siang, menyebabkan sejumlah rumah warga terdampak rusak. Polda Jatim dengan sigap memberikan bantuan terhadap korban gempa tersebut.

WowKeren - Pada Sabtu (10/4), Kabupaten Malang, Jawa Timur diguncang gempa berkekuatan 6,1 Skala Richter (SR). Gempa berlangsung pada sekitar pukul 14.00 WIB. Peristiwa itu tidak hanya dirasakan oleh warga setempat melainkan juga beberapa daerah di Jawa Timur seperti Lumajang, Jember, Blitar, dan Surabaya.

Adanya peristiwa tersebut membuat Polda Jatim mengantisipasi beredarnya berita palsu (hoaks) terkait gempa yang terjadi dengan menyebar tim patroli cyber untuk menangkalnya. Kombes Pol Gatot Repli Handoko selaku Kabid Humas Polda Jatim menyebutkan bahwa Forkopimda Jatim menggelar rapat koordinasi secara virtual membahas dampak akibat gempa bumi di Kabupaten Malang pada Sabtu (10/4) malam.

"Forkopimda Jatim dengan cepat merespons adanya bencana gempa bumi yang terjadi di wilayah Jawa Timur dengan langsung menggelar rapat koordinasi yang dipimpin Gubernur Jatim di Gedung Grahadi," ujar Gatot.


Lebih lanjut Polda Jatim telah mengirimkan pasukan ke Kabupaten Malang sebanyak dua SSK Brimob untuk membantu masyarakat terdampak musibah gempa. Tak hanya itu, Polda Jatim juga mengirimkan pasukan ke Kabupaten Lumajang sebanyak satu SSK Brimob dan satu mobil dapur lapangan. Selain mengirim pasukan, Polda Jatim juga memberi bantuan berupa sembako, tenda, serta obat-obatan. "Untuk memantau korban bencana gempa bumi, Polda Jatim bergerak cepat dengan mengirim pasukan Brimob ke dua lokasi," terang Gatot.

Peristiwa gempa itu menyebabkan kerusakan sejumlah warga, rumah sakit hingga gedung pemerintah yang berada di beberapa kecamatan Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Hal itu disampaikan oleh Achmad Cholik selaku Kepala BPBD Kabupaten Blitar.

Hingga hari Minggu (11/4) pagi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada sebanyak delapan orang meninggal, tiga puluh enam orang mengalami luka ringan, serta tiga orang luka sedang sampai berat. Dari delapan korban meninggal, lima di antaranya merupakan akibat dari gempa di Lumajang.

Sedangkan untuk bangunan yang rusak akibat gempa tercatat ada sekitar ribuan rumah, dengan kategori rusak ringan hingga berat. Selain rumah warga, juga ada sekitar ratusan fasilitas umum yang rusak.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts