Staf Ahli KSP Ngabalin Ungkap Jokowi Siap Lantik Menteri Baru, 2 Nama Ini Bakal Terdepak?
Instagram/jokowi
Nasional
Reshuffle Menteri Jokowi

Ali Mochtar Ngabalin mengungkap 2 posisi menteri yang bakal dilantik Presiden Joko Widodo. Lantas apakah pejabat terkait sebelumnya, yakni Nadiem Makarim dan Bahlil Lahadalia bakal terdampak?

WowKeren - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin sempat mengungkap rencana Presiden Joko Widodo untuk melakukan reshuffle Kabinet Indonesia Maju. Wacana reshuffle ini sendiri muncul setelah Presiden Jokowi berencana untuk melebur 2 kementerian dan membentuk Kementerian Investasi.

Dalam cuitannya yang diunggah Rabu (14/4) kemarin, Ngabalin sudah spesifik menyebut 2 jabatan menteri yang bakal dilantik Jokowi dalam waktu dekat. Kendati demikian, Ngabalin masih membuka peluang menteri-menteri lain Kabinet Indonesia Maju untuk di-reshuffle, yang ditegaskan sang tenaga ahli merupakan hak prerogatif Jokowi.

"Presiden insya Allah akan melantik menteri baru (1) Menteri DIKBUD/RISTEK (2) Menteri Investasi/Kepala BKPM," ujar Ngabalin lewat akun Twitter @AliNgabalinNew. "Adakah menteri"lain yg akan di lantik, kapan&siapa para beliau itu? Wallahu'alam bisshowaab itu hak prerogatif Presiden&kita tunggu saja.#KabinetIndonesiaMaju."


Menilik pernyataan Ngabalin, maka jelas nama yang langsung terkait adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia. Namun belum diketahui apakah kedua nama ini otomatis akan terdampak reshuffle atau tidak.

Untuk diketahui, pemerintah dan DPR RI sepakat melebur 2 kementerian yakni Kemendikbud serta Kementerian Riset dan Teknologi. Jika posisi Nadiem masih tergolong "aman", beberapa waktu belakangan Menteri Riset dan Teknologi / Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro sudah menjadi sorotan karena menyiratkan menjadi pejabat terakhir untuk posisi tersebut.

"Secara pribadi saya juga merasa tidak enak, merasa sedih karena boleh dibilang saya jadi Menristek terakhir," ungkap Bambang dalam diskusi online pada Minggu (11/4). "Karena ristek-nya tidak lagi menjadi kementerian yang berdiri sendiri seperti dulu."

Sementara wacana pembentukan Kementerian Investasi sendiri sudah disampaikan Jokowi sejak tahun 2019, tepatnya beberapa bulan sebelum pelantikannya. "Iya, ada kementerian baru, yakni Kementerian Investasi dan Kementerian Ekspor RI. Ada juga kementerian yang digabung," tutur Jokowi pada 14 Agustus 2019 lalu.

(wk/elva)

You can share this post!