PKS Sebut Jokowi Buang-Buang Waktu Soal Isu Reshuffle Kabinet
wikipedia.org
Nasional
Reshuffle Menteri Jokowi

Sikap Presiden Jokowi yang tak kunjung memberi kepastian terkait isu reshuffle kabinet Indonesia Maju rupanya mendapat respons dari elit politik PKS. PKS memberikan kritikan pedas atas sikap tersebut.

WowKeren - Isu reshuffle kabinet yang akan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo nyatanya hingga Jumat (23/4) hari ini, belum juga ada kepastian. Hal itu membuat PKS memberikan kritikan terhadap sikap Jokowi yang sampai saat ini masih bungkam.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan bahwa jeda waktu antara persetujuan penggabungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) serta pembentukan Kementerian Investasi dengan pengumuman siapa yang akan menempati posisi tersebut terlalu lama. Hal itu akan menyebabkan menurunnya semangat kerja dari dua lembaga tersebut.

"Jeda waktu antara pengumuman Kemendikbud dengan Kemenristek dan Kementerian Investasi yang berlarut-larut kian meruntuhkan semangat kerja dua lembaga yang mengurus dua pekerjaan ini," ujar Ali, Jumat (23/4).

Ali menyebut Jokowi membuat suasana menjadi tidak pasti. Menurutnya, ketidakpastian dan sikap bungkam Jokowi membuat waktu dan modal kerja yang sia-sia. Selain itu, hal tersebut juga dapat menyebabkan penurunan kinerja pemerintahan. "Ini pembuangan waktu dan modal kerja yang sia-sia, kian ditunda, Presiden kian memperpanjang ketidakpastian dan kian menurunkan kinerja," ungkapnya.


Kemudian Ali menyinggung jargon dari Jokowi yakni "Kerja, Kerja, Kerja". Menurutnya dengan sikap Jokowi yang tak kunjung memberi kepastian terkait reshuffle kabinet itu hal yang bertentangan dengan jargon tersebut. "Sesuatu yang bertentangan dengan niat awal Presiden yang ingin kerja, kerja, kerja," imbuhnya.

Tak hanya menyebut Jokowi membuang-buang waktu, Ali juga menyampaikan jika Jokowi menunjukkan kelemahannya sebagai pemimpin. Menurutnya, sebagai pemimpin, Jokowi harus sigap dengan segala hal sehingga bisa melompat sesuai dengan yang telah direncanakan sebelumnya.

"Ini menunjukkan kelemahan leadership Presiden," tutup Ali. "Kita perlu pemimpin yang sigap, lugas, dan 'melompat', kan Presiden juga yang ingin 'melompat' serta 'meroket'."

Sebelumnya, isu reshuffle kabinet tersebut muncul karena adanya peleburan antara Kemendikbud dengan Kemenristek dan pembentukan Kementerian Investasi. Tak hanya itu Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mengatakan bahwa Jokowi akan melaksanakan reshuffle pada pekan kemarin.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts