Pakar Nilai Kepercayaan Jokowi Pada Nadiem Makarim Dan Bahlil Lahadalia Makin Meningkat
setkab.go.id
Nasional
Reshuffle Menteri Jokowi

Jokowi akhirnya melaksanakan reshuffle yang selama ini menjadi perbincangan serta teka-teki bagi publik. Jokowi telah resmi melantik dua Menteri pada Rabu (28/4).

WowKeren - Presiden Joko Widodo akhirnya telah melakukan perombakan atau reshuffle kabinet pada Rabu (28/4) kemarin. Sebelumnya, isu reshuffle telah mencuat sejak awal April. Kala itu, DPR RI telah menyetujui peleburan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dan pembentukan Kementerian Investasi.

Jokowi telah resmi melantik dua Menteri yakni Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) dan Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Investasi. Mengetahui hal tersebut, Direktur Eksekutif Indonesian Presidential Studies (IPS) Nyarwi Ahmad menilai kepercayaan Jokowi terhadap dua Menteri tersebut semakin meningkat.

Menurut Nyarwi, keputusan Jokowi untuk mempertahankan Nadiem sebagai menteri cukup mengejutkan, khususnya bagi kelompok yang melihat sosoknya masih kurang kompeten dan kontroversial karena sejumlah kebijakannya. Dengan reshuffle kali ini, Nadiem memiliki peluang lebih untuk mengelola kebijakan dan komunikasi publik di lembaga kementerian yang dipimpinnya menjadi lebih baik.


Selain itu, kali ini Nadiem juga dituntut memunculkan inovasi-inovasi baru untuk memperkuat bidang riset dan teknologi ke depannya. Ia harus mampu menumbuhkan mentalitas dan budaya riset produktif serta kolaboratif di kalangan akademia ataupun peneliti agar bisa menghasilkan produk-produk yang dapat meningkatkan ekonomi di tengah pandemi COVID-19.

"Ia juga dituntut lebih mampu untuk mendorong beragam jenis kolaborasi antara mereka dengan kalangan industri dan juga masyarakat," terang Nyarwi saat dihubungi SINDOnews, Kamis (29/4). "Di sini Nadiem perlu menunjukkan kepada publik inovasi paradigma apa saja yang dia miliki dalam mengelola bidang pendidikan dan kebudayaan dan juga bidang riset dan teknologi khususnya di kalangan para pimpinan dan pengajar di perguruan tinggi."

Sementara itu, reshuffle ini memberikan peluang bagi Bahlil untuk menunjukkan kemampuannya dalam mengelola investasi domestik dan luar negeri, sehingga bisa lebih maksimal agar dapat menggerakkan kembali pertumbuhan ekonomi yang sempat menurun saat pandemi COVID-19. Tak hanya itu, Bahlil juga memiliki sejumlah tantangan, salah satunya adalah soal koordinasi dengan kementerian lain yang menangani sektor-sektor pembangunan.

Menurut Nyarwi, kemampuan Bahlil untuk bisa berkolaborasi dengan kementerian terkait merupakan hal yang penting. "Kemampuan Bahlil dalam berkolaborasi dengan bidang-bidang kementerian terkait semacam itu sangat menentukan tingkat capaiannya dalam mendorong investor asing untuk berinvestasi di Indonesia," tandas Nyarwi.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts