Presiden Jokowi Tak Reshuffle Moeldoko, Pakar Sebut Masih Diandalkan
Twitter/KSPgoid
Nasional
Reshuffle Menteri Jokowi

Presiden Jokowi telah resmi melantik dua menteri pada Rabu (28/4). Pakar menyoroti Moeldoko yang disebut juga bakal direshuffle, nyatanya malah tidak masuk daftar.

WowKeren - Pada Rabu (28/4) kemarin, Presiden Joko Widodo telah resmi melaksanakan dan mengumumkan kepada publik atas perombakan atau reshuffle kabinet. Di hari yang sama, Jokowi juga melantik dua menteri. Reshuffle ini telah dinanti-nanti oleh sejumlah pihak karena telah mencuat sejak awal April lalu.

Namun, pada reshuffle kali ini ada yang menarik perhatian. Menurut Direktur Eksekutif Indonesian Presidential Studies (IPS) Nyarwi Ahmad, ada satu sosok kontroversial yang selamat dari reshuffle yakni Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko. Moeldoko dianggap sebagai sosok yang kontroversial setelah keterlibatannya di dalam kudeta Partai Demokrat, Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang.

Nyarwi menyebut bahwa kepercayaan Jokowi terhadap Moeldoko cukup besar dan kemampuannya masih diandalkan untuk mengawal agenda-agenda penting dalam Pemerintahan Jokowi tiga tahun mendatang. Selain itu, perombakan kabinet merupakan hak prerogratif Presiden, sehingga dalam mengambil keputusan tidak mudah diintervensi oleh kelompok tertentu.


"Hal ini juga menandakan bahwa dalam menjalankan reshuffle, Presiden Jokowi menggunakan hak prerogatifnya sebagai presiden," papar Nyarwi saat dihubungi SINDOnews, Kamis (29/4). "Sehingga mampu otonom dan tidak mudah diintervensi dengan pihak-pihak manapun, khususnya kelompok-kelompok yang cukup keras mengkritisi keterlibatan Moeldoko dalam KLB Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumut, 5 Maret 2021 lalu."

Lebih lanjut, agenda perombakan kali ini lebih menunjukkan sebagai "reshuffle nomenklatur kementerian/lembaga negara" serta merupakan tradisi reshuffle yang cukup baru dan bagus. Model reshuffle seperti ini juga positif untuk menjaga ritme dan kekompakan kinerja para Menteri Kabinet yang membantu Presiden saat ini.

"Model reshuffle nomenklatur kali ini dapat diharapkan untuk memaksimalkan capaian kinerja kementerian-kementerian yang membidangi sektor-sektor tertentu," tandas Nyarwi. "Khususnya sektor/bidang investasi, pendidikan, riset dan teknologi agar lebih maksimal dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional dan daya beli masyarakat di tengah wabah pandemi COVID-19."

Sebagai informasi, dua menteri yang dilantik adalah Nadiem Makarim menjabat posisi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) dan Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Investasi. Kedua nama tersebut bukan lah orang baru di kabinet Indonesia Maju. Nadiem sebelumnya menjabat Mendikbud, sedangkan Bahlil sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts