Anak-Anak Kru KRI Nanggala-402 Terima Tabungan Isi Rp 100 Juta Dari Mensos Risma
Instagram/tni_angkatan_laut
Nasional
KRI Nanggala Hilang Kontak

Sebelumnya, Mensos Risma juga sempat menyatakan bahwa kesempatan untuk bisa bekerja di Kementerian Sosial terbuka lebar untuk keluarga awak kapal KRI Nanggala-402.

WowKeren - Kementerian Sosial memberikan bantuan dan santunan bagi ahli waris kru KRI Nanggala-402 yang gugur di perairan Bali. Santunan kematian senilai masing-masing Rp 15 juta telah diberikan pada ahli waris 53 kru KRI Nanggala.

Menteri Sosial Tri Rismaharini lantas menyerahkan langsung santunan dan bantuan kepada keluarga Letda Laut (T) Rintoni yang berada di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Selain santunan tersebut, Risma juga menyerahkan bantuan berupa tabungan berisi Rp 100 juta bagi setiap anak Rintoni.

"Saya langsung menyerahkan buku tabungan senilai Rp 100 juta per anak sebagai bantuan pendukung pemenuhan kebutuhan dasar untuk anak dan bayi yang masih dalam kandungan," ungkap Risma, dikutip dari situs resmi Kemensos pada Selasa (4/5).

Adapun mendiang Rintoni meninggalkan seorang istri bernama Mawar yang kini bekerja sebagai guru honorer Bahasa Inggris di salah satu SMP swasta di Jatisrono. Selain itu, mendiang Rintoni juga meninggalkan dua orang putri, yakni Rilin yang berusia 6 tahun dan Hilya yang baru berusia 16 bulan.


Acara penyerahan bantuan dan santunan tersebut turut dihadiri oleh Bupati Wonogiri Joko Sutopo dan Wakil Bupati Wonogiri Setyo Sukarno. Mensos Risma juga turut didampingi oleh Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Edi Suharto.

Sebelumnya, Risma juga sempat menyatakan bahwa kesempatan untuk bisa bekerja di Kemensos terbuka lebar untuk keluarga awak kapal KRI Nanggala-402. Salah satu anak kru KRI Nanggala-402 bahkan sudah ada telah diterima bekerja di Kemensos.

"Salah satu anak dari prajurit yang gugur yakni seorang putri diterima bekerja di Kementerian Sosial, mulai Mei nanti sudah bekerja," ujar Risma dalam keterangan tertulis, Jumat (30/4). Risma berharap bantuan yang telah diberikan pemerintah tersebut dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

Selain itu, Kemensos terus memantau dan memastikan keluarga korban mendapatkan pendampingan psikologis. Peristiwa tenggelamnya kapal selam tersebut tentunya meninggalkan rasa shock berkepanjangan dan trauma tersendiri bagi keluarga.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts